Bahasa Pemrograman
Bahasa pemrograman
yang dipakai untuk tahap implementasi dari software agent, sangat menentukan
keberhasilan dalam implementasi agent sesuai dengan yang diharapkan.Beberapa
peneliti memberikan petunjuk tentang bagaimana karakteristik bahasa pemrorgaman
yang sebaiknya di pakai [Knabe, 1995] [Brenner et al., 1998]. Diantaranya yaitu
:
Object-Orientedness: Karena agent
adalah berhubungan dengan obyek, bahkan beberapa peneliti menganggap agent
adalah obyek yang aktif, maka juga agent harus diimplementasikan kedalam
pemrorgaman yang berorientasi obyek (object-oriented programming language).
Platform
Independence: Seperti
sudah dibahas pada bagian sebelumnya, bahwa agent hidup dan berjalan diberbagai
lingkungan. Sehingga idealnya bahasa pemrograman yang dipakai untuk
implementasi adalah yang terlepas dari platform, atau dengan kata lain program
tersebut harus bisa dijalankan di platform apapun (platform independence).
Communication
Capability: Pada
saat berinteraksi dengan agent lain dalam suatu lingkungan jaringan (network
environment), diperlukan kemampuan untuk melakukan komunikasi secara fisik.
Sehingga diperlukan bahasa pemrograman yang dapat mensupport pemrograman yang
berbasis network dan komunikasi.
Security: Faktor keamanan
(security) adalah factor yang sangat penting dalam memilih bahasa pemrorgaman
untuk implementasi software agent. Terutama untuk mobil agent, diperlukan
bahasa pemrograman yang mensupport level-level keamanan yang bisa membuat agent
bergerak dengan aman.
Code Manipulation: Beberapa
aplikasi software agent memerlukan manipulasi kode program secara runtime,
sehingga diperlikan bahasa pemrograman untuk software agent yang dapat
menangani masalah runtime tersebut.
Dari karakteristik di
atas dapat disimpulkan bahwa bahasa pemrograman yang layak untuk
mengimplementasikan software agent adalah sebagai berikut :
• Java
• Telescript
• Tcl/Tk, Safe-Tcl, Agent-Tcl
• Java
• Telescript
• Tcl/Tk, Safe-Tcl, Agent-Tcl
Riset dan Aplikasi
Software Agent
Ada dua tujuan dari
survey tentang riset dan aplikasisoftware agent.Yang pertama adalah, untuk
mengeidentifikasi sampai sejauh mana teknologi agent sudah diaplikasikan dengan
memberikan pointer berupa contoh-contoh aplikasi sistem yang sudah ada. Yang
kedua adalah, untuk memberikan gambaran ke depan, masalah-masalah apa yang
sudah dan belum terpecahkan dan membuka peluang untuk mencoba mengaplikasikan
teknologi agent ke masalah baru yang timbul. Jennings merangkumkan riset dan
aplikasi software agent yang ada kedalam beberapa bidang. Disini kami akan
mengupas beberapa riset dan aplikasi software agent dalam bidang industri,
internet/bisnis, entertainment, medis, dan bidang pendidikan.
Riset dan
AplikasiSoftware Agent di Dunia Industri
Dewasa ini teknologi
agent sudah diaplikasikan secara luas di dunia Industri.Bagaimanapun juga harus
diakui bahwa secara sejarah penelitian, selain dunia Internet dan bisnis,
teknologi agent banyak didesain untuk dimanfaatkan di bidang industri.
Manufacturing:
Parunak mempelopori proyek penelitian yang dia sebut YAMS (Yet Another
Manufacturing System), dimana dia berusaha mengaplikasikan protokol contract
net untuk proses kontrol di manufacturing. Untuk mengatasi masalah kompleks
dalam proses manufacturing, YAMS mengadopsi pendekatan MAS, dimana setiap
pabrik dan komponen dari pabrik adalah direpresentasikan sebagai agent.
Aplikasi lain yang menggunakan teknologi agent dalam area ini adalah:
konfigurasi dan desain untuk product manufacturing, pendesainan secara
kolaboratif, pengontrolan dan penjadwalan operasi manufacturing, dsb.
Process Control:
Process control secara sistem merupakan sistem yang harus bisa bekerja secara
mandiri dan bersifat reactive. Hal ini sesuai dengan karakteristik dari agent,
sehingga bukan sesuatu yang mengejutkan kalau banyak muncul pengembangan
aplikasiprocess control yang berbasis ke teknologi agent. Beberapa contoh
penelitian dan aplikasi yang berada dalam area ini adalah: proyek ARCHON yang
diaplikasikan untuk manajemen transportasi listrik dan kontrol untuk percepatan
partikel, kemudian juga: pengontrolan iklim, pengontrolan spacecraft, dsb.
Telecommunications:
Sistem telekomunikasi pada umumnya bergerak dalam skala besar, dan
komponen-komponen telekomunikasi yang terhubung, terdistribusi dalam jaringan.
Untuk itu diperlukan sistem monitoring dan manajemen dalam
kerangkareal-time.Dengan semakin tingginya tingkat kompetisi untuk menyediakan
sistem komunikasi yang terbaik, diperlukan pendekatan komputerisasi dan
software paradigma yang sesuai.Disinilah teknologi agent diperlukan. Beberapa
riset dan aplikasi dalam area ini adalah: pengontrolan jaringan, transmisi
danswitching, service management, dan manajemen jaringan, dsb.
Air Traffic Control:
Ljunberg mengemukakan sistem pengontrolan lalu lintas udara berbasis agent yang
terkenal dengan nama OASIS. OASIS sudah diujicoba di bandar udara Sydney di
Australia.OASIS diimplemantasikan menggunakan sistem yang disebut DMARS.
Transportation
System: Beberapa contoh aplikasi teknologi agentyang ada dalam area ini adalah:
aplikasi pencarian sistem transportasi dan pemesanan tiket dengan menggunakan MAS,
kemudian aplikasi lain adalah seperti yang dikemukakan oleh Fischer.
Riset dan
AplikasiSoftware Agent di Dunia Internet dan Bisnis
Seperti sudah
disebutkan diatas, boleh dikatakan teknologiagent paling banyak diaplikasikan
dalam dunia Internet dan bisnis ini.Bagaimanapun juga ini tak lepas dari maju
dan berkembang pesatnya teknologi jaringan komputer yang membuat perlunya
paradigma baru untuk menangani masalah kolaborasi, koordinasi dalam jarak yang
jauh, dan salah satu yang penting lagi adalah menangani kendala membengkaknya
informasi.
1. Information
Management
Ada dua tema besar
dalam manajemen informasi dan peran teknologi agent untuk mengatasi
masalahinformation overload karena perkembangan teknologi jaringan dan
Internet.
- Information
Filtering: Proyek MAXIMS, kemudian WARREN adalah contoh aplikasi di bidang
information filtering.
- Information
Gathering: Banyak sekali aplikasi yang masuk areainformation gathering
baik gratis maupun komersil. Contohnya adalah proyek WEBMATE, pencarian
homepage dengansoftbot, proyek LETIZIA, dsb.
2. Electronic
Commerce
Tema riset kearah
desain dan implementasi untuk mengotomatisasi jual-beli, termasuk didalamnya
adalah implementasi strategi dan interaksi dalam jual-beli, tawar-menawar,
teknik pembayaran, dsb.merealisasikan sistem pasar elektronik dalam sistem yang
disebut dengan KASBAH. Dalam sistem ini disimulasikan buyer agent dan seller
agent yang melakukan transaksi jual-beli, tawar-menawar, dan masing-masingagent
mempunyai strategi jual beli untuk mendapatkan yang termurah atau
teruntung.Aplikasi agent lainnya adalah BargainFinder, JANGO, MAGMA, dsb.
3. Distributed
Project Management
Untuk meningkatkan
produktivitas dalam kerja yang memerlukan kolaborasi antar anggota tim dalam
kerangka teamwork, mau tidak mau harus dipikirkan kembali model software yang
mempunyai karakteristik bisa melakukan kolaborasi dan koordinasi secara
mandiri, untuk membantu tiap anggota dalam melakukan tugas yang menjadi
tanggung jawabnya. Salah satu approach adalah dengan mengimplemantasikan
teknologi agent dalam software sistem yang dipakai untuk berkolaborasi. Anumba
memberikan kontribusi dalam pengembangan decision support system untuk designer
dalam mendesain bangunan dalam kerangka teamwork. Riset dan aplikasi lain
adalah RAPPID, PROCESSLINK, dan juga OOEXPERT yang memberikan solusi dan
metodologi dalam pemecahan masalah object model creation process dalam OOAD,
dan implementasi dengan menggunakan pendekatan Multi Agent System (MAS).
Riset dan
AplikasiSoftware Agent di DuniaEntertainment
Komunitas informatika
dan ilmu komputer sering tidak menjamah dengan serius industri-industri yang
bersifat lebih ke arah rekreasi dan kesenangan (Leisure Industri).Misalnya
adalah masalah industri game, teater dan sinema, dsb.Dengan adanya software
agent, memungkinkan komunitas informatika dan komputer untuk ikut andil
merealisasikan pemikirannya.
1. Games
Software agent
berperan penting dalam pengembangan game modern, misalnya dengan membawa
paradigma agentkedalam karakter manusia atau sesuatu dalam game tersebut
sehingga lebih hidup. Beberapa riset yang sudah sampai pada tahap implementasi
adalah misalnya aplikasi game yang dikembangkan oleh Grand dan Cliff, kemudian
juga, dsb.
Riset dan
AplikasiSoftware Agent di Dunia Medis
Dunia medis adalah
bidang yang akhir-akhir ini sangat gencar dilakukan komputerisasi
terhadapnya.Tidak ketinggalan, teknologi agent pun dicoba untuk
diimplementasikan dalam rangka mencoba mengatasi masalah-masalah yang
berhubungan dengan monitoring pasien, manajemen kesehatan dari pasien, dsb.
Riset dan
AplikasiSoftware Agent di Dunia Pendidikan
Dengan perkembangan
teknologi jaringan komputer, dunia pendidikan pun salah satu yang merasakan
manfaatnya.Sistem pengajaran pun mengalami perkembangan kearah lebih modern
dengan memanfaatkan teknologi jaringan.



