Selasa, 25 Maret 2014

BAHASA PEMROGRAMAN AGENT

Bahasa Pemrograman
Bahasa pemrograman yang dipakai untuk tahap implementasi dari software agent, sangat menentukan keberhasilan dalam implementasi agent sesuai dengan yang diharapkan.Beberapa peneliti memberikan petunjuk tentang bagaimana karakteristik bahasa pemrorgaman yang sebaiknya di pakai [Knabe, 1995] [Brenner et al., 1998]. Diantaranya yaitu :
Object-Orientedness: Karena agent adalah berhubungan dengan obyek, bahkan beberapa peneliti menganggap agent adalah obyek yang aktif, maka juga agent harus diimplementasikan kedalam pemrorgaman yang berorientasi obyek (object-oriented programming language).
Platform Independence: Seperti sudah dibahas pada bagian sebelumnya, bahwa agent hidup dan berjalan diberbagai lingkungan. Sehingga idealnya bahasa pemrograman yang dipakai untuk implementasi adalah yang terlepas dari platform, atau dengan kata lain program tersebut harus bisa dijalankan di platform apapun (platform independence).
Communication Capability: Pada saat berinteraksi dengan agent lain dalam suatu lingkungan jaringan (network environment), diperlukan kemampuan untuk melakukan komunikasi secara fisik. Sehingga diperlukan bahasa pemrograman yang dapat mensupport pemrograman yang berbasis network dan komunikasi.
Security: Faktor keamanan (security) adalah factor yang sangat penting dalam memilih bahasa pemrorgaman untuk implementasi software agent. Terutama untuk mobil agent, diperlukan bahasa pemrograman yang mensupport level-level keamanan yang bisa membuat agent bergerak dengan aman.
Code Manipulation: Beberapa aplikasi software agent memerlukan manipulasi kode program secara runtime, sehingga diperlikan bahasa pemrograman untuk software agent yang dapat menangani masalah runtime tersebut.
Dari karakteristik di atas dapat disimpulkan bahwa bahasa pemrograman yang layak untuk mengimplementasikan software agent adalah sebagai berikut :
• Java
• Telescript
• Tcl/Tk, Safe-Tcl, Agent-Tcl
Riset dan Aplikasi Software Agent
Ada dua tujuan dari survey tentang riset dan aplikasisoftware agent.Yang pertama adalah, untuk mengeidentifikasi sampai sejauh mana teknologi agent sudah diaplikasikan dengan memberikan pointer berupa contoh-contoh aplikasi sistem yang sudah ada. Yang kedua adalah, untuk memberikan gambaran ke depan, masalah-masalah apa yang sudah dan belum terpecahkan dan membuka peluang untuk mencoba mengaplikasikan teknologi agent ke masalah baru yang timbul. Jennings merangkumkan riset dan aplikasi software agent yang ada kedalam beberapa bidang. Disini kami akan mengupas beberapa riset dan aplikasi software agent dalam bidang industri, internet/bisnis, entertainment, medis, dan bidang pendidikan.
Riset dan AplikasiSoftware Agent di Dunia Industri
Dewasa ini teknologi agent sudah diaplikasikan secara luas di dunia Industri.Bagaimanapun juga harus diakui bahwa secara sejarah penelitian, selain dunia Internet dan bisnis, teknologi agent banyak didesain untuk dimanfaatkan di bidang industri.
Manufacturing: Parunak mempelopori proyek penelitian yang dia sebut YAMS (Yet Another Manufacturing System), dimana dia berusaha mengaplikasikan protokol contract net untuk proses kontrol di manufacturing. Untuk mengatasi masalah kompleks dalam proses manufacturing, YAMS mengadopsi pendekatan MAS, dimana setiap pabrik dan komponen dari pabrik adalah direpresentasikan sebagai agent. Aplikasi lain yang menggunakan teknologi agent dalam area ini adalah: konfigurasi dan desain untuk product manufacturing, pendesainan secara kolaboratif, pengontrolan dan penjadwalan operasi manufacturing, dsb.
Process Control: Process control secara sistem merupakan sistem yang harus bisa bekerja secara mandiri dan bersifat reactive. Hal ini sesuai dengan karakteristik dari agent, sehingga bukan sesuatu yang mengejutkan kalau banyak muncul pengembangan aplikasiprocess control yang berbasis ke teknologi agent. Beberapa contoh penelitian dan aplikasi yang berada dalam area ini adalah: proyek ARCHON yang diaplikasikan untuk manajemen transportasi listrik dan kontrol untuk percepatan partikel, kemudian juga: pengontrolan iklim, pengontrolan spacecraft, dsb.
Telecommunications: Sistem telekomunikasi pada umumnya bergerak dalam skala besar, dan komponen-komponen telekomunikasi yang terhubung, terdistribusi dalam jaringan. Untuk itu diperlukan sistem monitoring dan manajemen dalam kerangkareal-time.Dengan semakin tingginya tingkat kompetisi untuk menyediakan sistem komunikasi yang terbaik, diperlukan pendekatan komputerisasi dan software paradigma yang sesuai.Disinilah teknologi agent diperlukan. Beberapa riset dan aplikasi dalam area ini adalah: pengontrolan jaringan, transmisi danswitching, service management, dan manajemen jaringan, dsb.
Air Traffic Control: Ljunberg mengemukakan sistem pengontrolan lalu lintas udara berbasis agent yang terkenal dengan nama OASIS. OASIS sudah diujicoba di bandar udara Sydney di Australia.OASIS diimplemantasikan menggunakan sistem yang disebut DMARS.
Transportation System: Beberapa contoh aplikasi teknologi agentyang ada dalam area ini adalah: aplikasi pencarian sistem transportasi dan pemesanan tiket dengan menggunakan MAS, kemudian aplikasi lain adalah seperti yang dikemukakan oleh Fischer.
Riset dan AplikasiSoftware Agent di Dunia Internet dan Bisnis
Seperti sudah disebutkan diatas, boleh dikatakan teknologiagent paling banyak diaplikasikan dalam dunia Internet dan bisnis ini.Bagaimanapun juga ini tak lepas dari maju dan berkembang pesatnya teknologi jaringan komputer yang membuat perlunya paradigma baru untuk menangani masalah kolaborasi, koordinasi dalam jarak yang jauh, dan salah satu yang penting lagi adalah menangani kendala membengkaknya informasi.
1. Information Management
Ada dua tema besar dalam manajemen informasi dan peran teknologi agent untuk mengatasi masalahinformation overload karena perkembangan teknologi jaringan dan Internet.
  • Information Filtering: Proyek MAXIMS, kemudian WARREN adalah contoh aplikasi di bidang information filtering.
  • Information Gathering: Banyak sekali aplikasi yang masuk areainformation gathering baik gratis maupun komersil. Contohnya adalah proyek WEBMATE, pencarian homepage dengansoftbot, proyek LETIZIA, dsb.
2. Electronic Commerce
Tema riset kearah desain dan implementasi untuk mengotomatisasi jual-beli, termasuk didalamnya adalah implementasi strategi dan interaksi dalam jual-beli, tawar-menawar, teknik pembayaran, dsb.merealisasikan sistem pasar elektronik dalam sistem yang disebut dengan KASBAH. Dalam sistem ini disimulasikan buyer agent dan seller agent yang melakukan transaksi jual-beli, tawar-menawar, dan masing-masingagent mempunyai strategi jual beli untuk mendapatkan yang termurah atau teruntung.Aplikasi agent lainnya adalah BargainFinder, JANGO, MAGMA, dsb.
3. Distributed Project Management
Untuk meningkatkan produktivitas dalam kerja yang memerlukan kolaborasi antar anggota tim dalam kerangka teamwork, mau tidak mau harus dipikirkan kembali model software yang mempunyai karakteristik bisa melakukan kolaborasi dan koordinasi secara mandiri, untuk membantu tiap anggota dalam melakukan tugas yang menjadi tanggung jawabnya. Salah satu approach adalah dengan mengimplemantasikan teknologi agent dalam software sistem yang dipakai untuk berkolaborasi. Anumba memberikan kontribusi dalam pengembangan decision support system untuk designer dalam mendesain bangunan dalam kerangka teamwork. Riset dan aplikasi lain adalah RAPPID, PROCESSLINK, dan juga OOEXPERT yang memberikan solusi dan metodologi dalam pemecahan masalah object model creation process dalam OOAD, dan implementasi dengan menggunakan pendekatan Multi Agent System (MAS).
Riset dan AplikasiSoftware Agent di DuniaEntertainment
Komunitas informatika dan ilmu komputer sering tidak menjamah dengan serius industri-industri yang bersifat lebih ke arah rekreasi dan kesenangan (Leisure Industri).Misalnya adalah masalah industri game, teater dan sinema, dsb.Dengan adanya software agent, memungkinkan komunitas informatika dan komputer untuk ikut andil merealisasikan pemikirannya.
1. Games
Software agent berperan penting dalam pengembangan game modern, misalnya dengan membawa paradigma agentkedalam karakter manusia atau sesuatu dalam game tersebut sehingga lebih hidup. Beberapa riset yang sudah sampai pada tahap implementasi adalah misalnya aplikasi game yang dikembangkan oleh Grand dan Cliff, kemudian juga, dsb.
Riset dan AplikasiSoftware Agent di Dunia Medis
Dunia medis adalah bidang yang akhir-akhir ini sangat gencar dilakukan komputerisasi terhadapnya.Tidak ketinggalan, teknologi agent pun dicoba untuk diimplementasikan dalam rangka mencoba mengatasi masalah-masalah yang berhubungan dengan monitoring pasien, manajemen kesehatan dari pasien, dsb.
Riset dan AplikasiSoftware Agent di Dunia Pendidikan
Dengan perkembangan teknologi jaringan komputer, dunia pendidikan pun salah satu yang merasakan manfaatnya.Sistem pengajaran pun mengalami perkembangan kearah lebih modern dengan memanfaatkan teknologi jaringan.

Analysis Of The Influence Of Mobile Computing to Business Development

 Definition of Mobile Computing
Technology is the ability to deal with displacement / movement of people in the use of computers in practice. From this definition we can conclude that the Mobile Computing today is much needed, given the needs of today's computer usage is very high, so that the use of Mobile Computing to facilitate computer users in performing their activities by using a computer.

Type Mobile Computing
Mobile Computing that there are currently several types, such as:
·         Laptops 
·         Wearable Computer 
·         PDA (Personal Digital Assistants) 
·         SmartPhone 

Tools For Mobile Computing
Below are some tools Mobile Computing and usefulness.
·         Java ME, popular for gaming
·         Symbian, general purpose, supported Nokia
·         Android is a Linux-based
·         iPhone, only on Mac OS X
·         Lazarus, Object Pascal ported beneficial to
·         Palm OS, Strong in U.S.
·         etc.
.
Mobile Computing Research
Wireless Communications
·         Quality of connectivity 
·         Bandwidth limitations
Mobility
·         Location transparency 
·         Location dependency
Portability
·         Power limitations 
·         Display, processing, storage limitations


How Would A Mobile Computing Affects Life Of A Businessman And Ordinary People?

Whenever there's something new on the market, people would categorize if that is intended for businessmen or for ordinary people. A lot of technologies and machines are introduced and launched in the market including mobile computing devices. The advantages of this mobile computing device are both applicable for businessmen and ordinary people. So everybody can use these devices to make life easier, have a convenient way of living, safety purposes, and easy access.
The purpose why these mobile computing devices were developed is to bring a maximum advantage that our lives may possibly have. Almost everybody wants to be updated and don't want to be behind the updates. Well, this is just a single advantage of this discovery. It wanted us to be updated real time. If we maximize this gadgets and electronics, there's no way for us to be left alone from anybody else. All parts of the globe are reachable and things are possible. Even if your family is across the globe, you can still feel their presence by maximizing the benefit of these devices anywhere and wherever.
For businesses, this could only be the easiest and the fastest way to approved businesses anywhere in the globe. You don't really need to be in person just to approve any transactions. This way could save money, effort, time, and no delays. Everything could be a click away and transactions easily approved in just a second. Just imagine a business with out this help. For sure a businessman would have to fly for hours or travel for even days just to be on their businesses. It would only be an expense of money. Getting tired even before you do your job, and real hassle that will cause delay and even loses. Or even worst, a business will be at stake and total risk.
Not to mention that everybody has a choice to use these computers for convenient life. It would make our life easy in any means possible. Like if we are on the way driving to home, we can call a family member to prepare for a meal since you may be very hungry. Even in just simple aspects of a simple person, these mobiles will surely help us. Its safety purpose can even save someone's life and could be a way to avoid any danger. It is hassle free to use and to maximize this machine. All of these features are made easy for us to be updated real time, do businesses and transactions right then and there, convenient and hassle free. You can protect your properties and even your families with the use of these techniques.
There are a lot of other minor advantages brought by this computing device. Its main purpose of existence is for us to improve and make life easier than we ever thought. If used potentially to its maximum, effects will surely be advancement in ones life.

TYPES OF TECHNOLOGY TRENDS THAT WILL IMPACT BUSINESS STRATEGIES IN 2014

1. Mobile devices will keep you in contact at all times

Cumbersome desktop computers might work well at home, but you can expect to do most of your business from a mobile device. Laptops will likely remain popular since they have built-in keyboards that people already know how to use. Tablet PCs, however, will become important companion pieces.

2. Cross-device software will help you save time and money

Since you will use several devices in 2014, software providers will respond by letting you download programs to many devices at once without forcing you to pay more. Many developers have already recognized the importance of cross-device software. When you download apps, they often have the opportunity to install the small programs on six or more devices.
This will make it easier for you to learn how to use the software that’s important to your industry. Instead of spending a lot of time trying to figure out how to use several programs, you’ll just adapt to different types of screens.
Of course, it doesn’t hurt that multi-device software helps you save money. Imagine buying separate programs for your desktop, laptop, tablet, and smartphone. That would get expensive fast!

3. Marketing data will come from multiple sources

In 2014, it will become increasingly important for you to learn how to market your products and concepts to precise audiences.
Social media has made marketing more targeted and effective. Of course, many companies have already tapped into this potential. The difference is that more businesses will start integrating information from multiple sources. You might get information from Facebook, your own website, Google, and other data sources.

4. Scalable data plans will become more important

An increased reliance on mobile devices will mean that more people and businesses have to invest in wireless data plans. A tablet can only do so much without accessing the Internet.
Unfortunately, those data plans can cost quite a bit of dosh, especially when you stream video content (we’ll keep mum about whether you’re just watching a movie or trying to convince a client that she needs your services). To combat growing prices, many companies will start to look at scalable data plans.
Scalable data plans differ from those that you probably have for your smartphone. With a scalable plan, you get to exceed your monthly limit without paying ridiculous fees. Many Internet Service Providers will also let customers jump from low-cost packages to higher-cost ones when they go over their allotted data. That’s a great alternative to paying extra fees.

5. Cloud data storage options will become increasingly important

Despite the concerns that many industries have about cloud storage ability and willingness to keep information secure, people will have little choice but to keep more information on these systems as opposed to their hard drives.
While it does raise some concerns, it also offers many advantages to businesses that work in a global marketplace. As many companies have already found, cloud systems make it possible for employees to access information from all over the world. If you have a meeting in China, you can always download a presentation from your cloud system instead of begging someone back at the office to take it off your PC and send it to you. The convenience, in other words, will likely outweigh the concerns. As more industries get involved, cloud service providers will probably find that they have to improve their security measures. That could make it safer for everyone to use.

6. Companies will make more of their own apps

In 2013, people get most of their apps through online stores. This next year will reveal a shift towards proprietary apps owned by employers.
Instead of relying on apps made by outside developers, more companies will start creating apps they can distribute among employees.
A company that builds its own app can include specific features designed to boost productivity and meet client demands. You don’t get that kind of flexibility from many third-party apps.
Many employers will also decide to regulate third-party apps. By assigning a manager to review available apps, the company can make sure that it spends money wisely while giving employees the tools they need to succeed.

7. More employers will ask you to Bring Your Own Device

There is good news for people who hate their workplace computers. Research shows that over two-thirds of companies already let employers bring their own devices to work. BYOD, as it’s called, boosts productivity by keeping employees in constant contact and making it easier for them to work outside of the office.
There’s even research showing that 43 percent of executives encourage BYOD because they want employees to get more work done away from the office. Given the advantages, you can expect this trend to continue in 2014.

8. You will receive BYOD training

As more employers encourage workers to BYOD, they will also need to create training programs that teach workers how to become more productive without compromising network security. Like many technological changes, there are some potential downsides.
Luckily, companies find that a comprehensive BYOD program makes the average employee about $3,150 more valuable every year compared to employees who do not BYOD. Companies that only offer basic BYOD training, see a $400 increase in value.
That means you might as well prepare for training that will turn you into a more valuable employee.
Rederence :
http://tweakyourbiz.com/technology/2013/08/15/8-technology-trends-that-will-impact-business-strategies-in-2014/

Senin, 17 Maret 2014

KOMUNIKASI DALAM SISTEM TERDISTRIBUSI

Nama : Tera Nurul Harfiah
Kelas : 4ia10
NPM : 56410863

PRINSIP - PRINSIP DAN LAYER PORTOKOL PADA SISTEM TERDISTRIBUSI

COMMUNICATION

Interproses komunikasi adalah jantung dari semua sistem terdistribusi. Tidak masuk akal untuk mempelajari sistem terdistribusi tanpa hati-hati dengan cara bahwa proses pada mesin yang berbeda dapat saling bertukar informasi. Komunikasi dalam sistem terdistribusi selalu didasarkan pada pesan tingkat rendah yang lewat seperti yang ditawarkan oleh jaringan yang mendasarinya. Sistem terdistribusi modern biasanya terdiri dari ribuan atau bahkan jutaan proses yang tersebar di seluruh jaringan internet.
Dalam pembahasan kali ini, kita mulai dengan membahas aturan bahwa proses berkomunikasi harus ada yang dikenal sebagai protokol, dan cocencrate. Pada penataan tersebut protokol dalam bentuk lapisan. Dari tampilan diempat luas dan model yang digunakan untuk komunikasi terbagi atas: prosedur panggilan jarak jauh (RMC), remote metode doa (RMI), pesan middleware berorientasi (MOM) dan streams.
            Model pertama untuk komunikasi dalam sistem terdistribusi adalah panggilan prosedur remote (RPC). Sebuah RPC bertujuan menyembunyikan sebagian besar seluk-beluk pesan lewat, dan sangat ideal untuk aplikasi client-server. perbaikan untuk model RPC datang dalam bentuk doa metode remote (RMIs), yang didasarkan pada gagasan obyek terdistribusi. RPC dan RMIs dibahas dalam bagian terpisah.
            Pesan-berorientasi middleware (MOM) adalah disebut juga sebagai suatu message-queuing sistem, suatu kerangka pesan, atau sekedarmessaging sistem. MOM dapat membentuk suatu lapisan middleware yang penting untuk aplikasi perusahaan melalui Internet. MOM dapat menerbitkan dan mendaftar model, suatu klien dapat mendaftarkan sebagai penerbit atau seorang langganan dari pesan. Pesan dikirimkan hanya untuk tujuan yang relevan dan hanya sekali, dengan berbagai metoda komunikasi yang mencakup komunikasi one-to-many atau many-to-many. Sumber data dan tujuan dapat decoupled di bawah model tersebut.

Protocol Layer
Protokol merupakan sebuah rule, prosedur dan pengaturan sejumlah operasi peralatan komunikasi data, dalam komunikasi data, aturan-aturan meliputi cara membuka hubungan, mengirim paket data, menginformasi jumlah data yang diterima, dan meneruskan pengiriman data. Protokol dapat diterapkan pada perangkat keras, perangkat lunak atau kombinasi dari keduanya. Pada tingkatan yang terendah, protokol mendefinisikan koneksi perangkat keras.
Prinsip dalam membuat protokol ada tiga hal yang harus dipertimbangkan, yaitu efektivitas, kehandalan, dan Kemampuan dalam kondisi gagal di network. Protokol distandarisasi oleh beberapa organisasi yaitu IETF, ETSI, ITU, dan ANSI.
Tugas yang biasanya dilakukan oleh sebuah protokol dalam sebuah jaringan diantaranya adalah :
1.    Melakukan deteksi adanya koneksi fisik atau ada tidaknya komputer / mesin lainnya.
2.    Melakukan metode “jabat-tangan” (handshaking).
3.    Negosiasi berbagai macam karakteristik hubungan.
4.    Bagaimana mengawali dan mengakhiri suatu pesan.
5.    Bagaimana format pesan yang digunakan.
6.    Yang harus dilakukan saat terjadi kerusakan pesan atau pesan yang tidak sempurna.
7.    Mendeteksi rugi-rugi pada hubungan jaringan dan langkah-langkah yang dilakukan selanjutnya.
8.    Mengakhiri suatu koneksi.
Dalam Model OSI terdapat 7 layer dimana masing-masing layer mempunyai jenis protokol sesuai dengan peruntukannya. Sebuah standar protokol yang dikenal sebagai OSI (Open System Interconection) model dengan aisitrktur sebagai berikut.
Arsitektur OSI dibuat berlapis-lapis dengan fungsi yang berbeda pada setiap lapisannya. Lapisan yang lebih tinggi menyembunyikan kerumitan dari operasi di lapisan yang lebih rendah dan suatu lapisan hanya dapat di akses oleh lapisan yang ada di atasnya atau di bawahnya.Hal tersebut di maksudkan untuk memberi kemudahankepada para pembuat perangkat keras dan perangkat lunak komunikasi dalam mengembangkan berbagai protokol yang berbeda sesuai kebutuhan. Namun tetap mereka harus mematuhi standar yang telah di berikan OSI.
Lapisan layer protokol tersebut dapat di golongkan lebih jauh menjadi:
1.    Low level Layers
2.    Transport Layers
3.    Higher Level Layer

1.    a.      Low level Layers
Yang termasuk Low layers adalah lapisan-lapisan sebagi berikut:
1.    Physical Layer: Spesifikasi dan implementasi dari bit-bit dan proses transmisi dari pengirim ke penerima. Berfungsi untuk mendefinisikan media transmisi jaringan, metode pensinyalan, sinkronisasi bit, arsitektur jaringan (seperti halnya Ethernet atau Token Ring), topologi jaringan dan pengkabelan. Selain itu, level ini juga mendefinisikan bagaimana Network Interface Card (NIC) dapat berinteraksi dengan media kabel atau radio.
2.    Data Link Layer: Bertanggung jawab mengurusi perubahan bit=bit data menjadi frame untuk mengatasi error dan penontrolan pengiriman frame. Befungsi untuk menentukan bagaimana bit-bit data dikelompokkan menjadi format yang disebut sebagai frame. Data link layer melakukan tugasnya dengan meletakkan pola bit khusus pada awal dan akhir dari setiap frame untuk menandai mereka, serta komputasi checksum dengan menjumlahkan semua byte dalam bingkai dengan cara tertentu.
Ketika frame tiba, penerima recomputes checksum dari data dan membandingkan hasilnya dengan checksum mengikuti frame. Jika setuju, frame dianggap benar dan diterima. Jika mereka tidak setuju, penerima meminta pengirim untuk retrasmit itu. Frame ditugaskan nomor urut (di header), sehingga semua orang dapat memberitahukan yang mana.
1.    Network Layer: Mengatur bagaimana paket-paket di arahkan berdasarkan alamat logik. lapisan bertanggung jawab untuk menerjemahkan alamat logis jaringan ke alamat fisik jaringan. Berfungsi untuk mendefinisikan alamat-alamat IP, membuat header untuk paket-paket, dan kemudian melakukan routing melalui internetworking dengan menggunakan router dan switch layer. Lapisan ini juga member identitas alamat, jalur perjalanan pengiriman data, dan mengatur masalah jaringan misalnya pengiriman paket-paket data.
Saat ini, mungkin protokol jaringan yang paling banyak digunakan adalah IP connectionless (Internet Protocol), yang merupakan bagian dari protokol internet. Sebuah paket IP dapat dikirim tanpa pengaturan apapun. Setiap paket IP diarahkan ke tujuan yang independen dari semua orang lain. Tidak ada jalur internal dipilih dan diingat.

1.    b.      Transport Layers
Merupakan lapisan yang memberi fasilitas komunikasi bagi kebanyakan sistem tersebar. Berfungsi untuk memecah data ke dalam paket-paket data serta memberikan nomor urut ke paket-paket tersebut sehingga dapat disusun kembali pada sisi tujuan setelah diterima. Selain itu, pada level ini juga membuat sebuah tanda bahwa paket diterima dengan sukses (acknowledgement), dan mentransmisikan ulang terhadap paket-paket yang hilang di tengah jalan.
Pada lapisan ini terdapat dua macam protokol yang sering digunakan, yaitu:
1.    Transport Control Protocol (TCP) adalah protocol yang connection-oriented, yang berarti komunikasi yang melewatinya membutuhkan handshaking untuk mengatur koneksi end-to-end. Koneksi dapat dibuat dari client ke server, dan kemudian banyak data dapat dikirimkan melalui konesi itu. TCP memiliki karakteristik sebagai berikut:
1.    Connection-oriented merupakan sistem yang akan berkomunikasi harus terlebih dulu saling mengetahui dan sepakat
2.    Reliable, tersedia mekanisme menjamin paket yang rusak atau hilang dikirim ulang
3.    Stream –oriented communication
4.    Membutuhkan sumberdaya komputasi dan jaringan lebih dari UDP
5.    User Datagram Protocol (UDP) adalah protocol connectionless message-based yang lebih sederhana. Di protocol connectionless, tidak ada usaha yang dibuat untuk koneksi end-to-end. Koumikasi dicapai dengan mengirimkan informasi satu arah, dari source ke destination tanpa mengecek untuk melihat apakah tujuan masih ada, atau apakah koneksi disiapkan untuk menerima informasi. Paket UDP melewati jaringan dalam unit-unit yang berdiri sendiri. UDP memiliki karakteristik sebagai berikut:
1.    Connectionless, tidak memerlukan adanya saling mengetahui dan kesepakatan
2.    Unreliable datagram communication, tidak tersedianya mekanisme yang menjamin paket rusak atau dikirim ulang.
Manfaat TCP dibandingkan dengan UDP adalah bahwa ia bekerja andal melalui jaringan apapun. Kelemahan yang jelas adalah bahwa TCP memperkenalkan overhead yang jauh lebih, terutama dibandingkan dengan kasus-kasus di mana jaringan yang mendasarinya sangat handal, seperti dalam sistem area lokal. Ketika kinerja dan kehandalan yang dipertaruhkan, solusi alternatif selalu untuk menggunakan UDP, dan mengkombinasikannya dengan kesalahan tambahan dan kontrol aliran yang dioptimalkan untuk aplikasi tertentu. Kelemahan dari pendekatan ini adalah bahwa pekerjaan pembangunan banyak ekstra perlu dilakukan, tetapi juga bahwa solusi proprietary diperkenalkan, yang mempengaruhi keterbukaan sistem.
Apa yang membuat TCP begitu menarik dalam banyak kasus, adalah bahwa hal itu tidak disesuaikan untuk mendukung jawaban perilaku permintaan sinkron interaksi klien yang paling server. Dalam keadaan normal, ketika pesan tidak tersesat, menggunakan TCP untuk interaksi client server hasil seperti yang ditunjukkan pada gambar 2-4 (a). Pertama, klien memulai setup sambungan, yang dilakukan dengan menggunakan tiga cara protokol jabat tangan, ditampilkan sebagai tiga pesan pertama di gambar 2-4 (a). Protokol ini diperlukan untuk kedua belah pihak untuk mencapai kesepakatan pada urutan penomoran untuk paket yang akan dikirim melalui sambungan. Ketika koneksi telah dibentuk, client mengirimkan permintaannya (pesan 4), langsung diikuti oleh paket memberitahu server untuk menutup koneksi (pesan 5).
Gambar 2-4 (a) Pengoperasian normal TCP. (B) Transaksional TCP
Server merespon dengan segera mengakui bahwa ia menerima permintaan klien, piggybacked dengan pengakuan bahwa koneksi akan clossed bawah (pesan 6). Server kemudian melakukan pekerjaan yang diminta dan mengirimkan jawaban kepada klien (pesan 7), diikuti dengan permintaan untuk melepaskan koneksi juga (pesan 8). Klien hanya perlu merespon dengan pengakuan untuk menyelesaikan komunikasi dengan server (pesan 9).
Jelas, banyak overhead dalam TCP berasal dari benar-benar mengelola koneksi. Ketika TCP digunakan untuk interaksi client server, itu jauh lebih murah untuk menggabungkan pengaturan koneksi dengan segera mengirimkan permintaan, dan seperti bijaksana untuk menggabungkan mengirimkan jawaban dengan menutup koneksi. Protokol yang dihasilkan disebut TCP untuk Transaksi, disingkat T / TCP, dan esensi dari bagaimana ia beroperasi di bawah kondisi normal ditunjukkan pada gambar 2-4 (b).
Apa yang terjadi dalam keadaan normal, adalah bahwa klien mengirimkan pesan tunggal (ditampilkan sebagai pesan 1) yang berisi tiga potongan informasi: permintaan untuk mengatur koneksi, permintaan layanan yang sebenarnya, dan permintaan memberitahu server yang segera bisa merobek turun koneksi sesudahnya.
Server merespon setelah ia dilayani permintaan yang sebenarnya, sehingga dapat mengirim jawaban bersama dengan data yang diperlukan untuk menerima koneksi, dan segera meminta rilis, ditampilkan sebagai pesan pada Gambar 2. 2-4 (b). Sekali lagi, klien hanya perlu mengakui rilis final dari koneksi (pesan 3).
1.    c.         Higher Level Layer
Di atas lapisan transport. OSI membedakan tiga lapisan tambahan. Dalam prakteknya, hanya lapisan aplikasi yang pernah digunakan. Bahkan, di suite internet protocol, segala sesuatu di atas lapisan transport dikelompokkan bersama-sama. Dalam menghadapi sistem middleware, akan kita lihat dalam bagian ini bahwa baik OSI maupun pendekatan internet benar-benar tepat. Dalam Higher Level Layer ini terbagi menjadi tiga lapisan tambahan yaitu:
1.    Sesi dan Presentasi Protokol
Lapisan sesi dasarnya merupakan versi yang disempurnakan dari lapisan transport. Menyediakan kontrol dialog, untuk melacak pihak mana saat berbicara, dan menyediakan fasilitas sinkronisasi. Sehingga jika terjadi kecelakaan, yang terakhir ini berguna untuk memungkinkan pengguna memasukkan pos-pos pemeriksaan dalam transfer yang panjang. Hal ini diperlukan untuk kembali hanya untuk pos pemeriksaan terakhir, daripada semua jalan kembali ke awal. Dalam prakteknya, beberapa aplikasi tertarik dalam lapisan sesi dan jarang didukung. Hal ini tidak hadir dalam acara suite protokol Internet.
Berbeda dengan lapisan bawah, yang prihatin dengan mendapatkan bit dari pengirim ke penerima andal dan efisien, lapisan presentasi berkaitan dengan arti dari bit. Pesan yang paling tidak terdiri dari string bit acak, tetapi informasi lebih terstruktur seperti nama orang, alamat, jumlah uang, dan sebagainya. Pada lapisan presentasi adalah mungkin untuk menentukan catatan yang berisi bidang-bidang seperti ini dan kemudian memiliki Sener memberitahukan penerima bahwa pesan berisi catatan tertentu dalam format tertentu. Hal ini memudahkan untuk mesin dengan representasi internal yang berbeda untuk berkomunikasi.
1.    Protocol Application
Menyediakan layanan untuk aplikasi misalnya transfer file, email, akses suatu komputer atau layanan. Lapisan aplikasi OSI awalnya dimaksudkan untuk menampung koleksi aplikasi jaringan standar seperti untuk surat elektronik, transfer file, dan emulasi terminal. Sampai saat ini telah menjadi wadah untuk semua aplikasi dan protokol yang dalam satu cara atau yang lain tidak masuk ke dalam salah satu lapisan yang mendasarinya. Dari perspektif model referensi OSI, hampir semua sistem terdistribusi hanya aplikasi.
Ada juga banyak tujuan umum protokol yang berguna untuk banyak aplikasi, tetapi yang tidak dapat dikualifikasikan sebagai protokol transport. Dalam banyak kasus, protokol seperti jatuh ke dalam kategori protokol middleware, yang akan kita bahas selanjutnya.
1.    Middleware Protocol
Middleware adalah sebuah aplikasi yang logis tinggal di lapisan aplikasi, tetapi yang mengandung banyak tujuan umum protokol yang menjamin lapisan mereka sendiri, independen lainnya, aplikasi yang lebih spesifik. Perbedaan dapat dibuat antara tingkat tinggi protokol komunikasi dan protokol untuk membangun layanan middleware berbagai.
Dibuat untuk menyediakan layanan layanan protokol yang seragam dan dapat digunakan oleh aplikasi-aplikasi yang berbeda-beda. Pada lapisan ini terdapat sekumpulan protokol komunikasi yang beragam yang memungkinkan berbagai macam aplikasi dapat berkomunikasi. Middleware juga memberi fasilitas marshalling dimana terdapat proses pengubahan data dalam komunikasi antar proses menjadi bentuk yang siap dikirim melalui jaringan sehingga dapat tetap konsisten sampai di si penerima data dan kebalikannya.
Middleware komunikasi protokol mendukung tingkat tinggi layanan komunikasi. Misalnya, di bagian dua berikutnya kita akan membahas protokol yang memungkinkan proses untuk memanggil prosedur atau invok obyek pada mesin remote dengan cara yang sangat transparan. Demikian juga, ada layanan komunikasi tingkat tinggi untuk menetapkan dan sinkronisasi aliran untuk mentransfer data real-time, seperti yang diperlukan untuk aplikasi multimedia. Sebagai contoh terakhir, beberapa sistem middleware menawarkan layanan multicast handal yang skala untuk ribuan penerima tersebar di wide area network.
Beberapa protokol komunikasi middleware yang sama bisa juga termasuk dalam lapisan transport, tapi mungkin ada alasan spesifik untuk menjaga mereka pada tingkat yang lebih tinggi. Misalnya, multicasting layanan yang handal Taht skalabilitas jaminan dapat diimplementasikan hanya jika persyaratan aplikasi diperhitungkan. Akibatnya, sistem middleware mungkin menawarkan yang berbeda (merdu) protokol, masing-masing pada gilirannya diimplementasikan dengan menggunakan protokol transport yang berbeda, tapi mungkin menawarkan antarmuka tunggal.

referensi :
http://penuhrahmatt.mdl2.com/mod/book/view.php?id=4&chapterid=2
http://id.wikipedia.org/wiki/Komputasi_terdistribusi

link kelompok:
http://budukarif.blogspot.com
http://bersitrahmayang.wordpress.com/2014/03/17/definisi-dan-konsep-rpc-remote-procedure-call/
http://eciileonita.blogspot.com/2014/03/studi-kasus-rpc.html
http://radennansy.blogspot.com



Senin, 10 Maret 2014

Definisi Sistem Terdistribusi


Nama : Tera Nurul Harfiah 56410863 4ia10
tugas PENGANTAR SISTEM TERDISTRIBUSI
kelompok 2

Pengenalan Sistem Terdistribusi


Definisi Sitem Terdistribusi

Sistem distribusi adalah sebuah sistem yang komponennya berada pada jaringan komputer. Komponen tersebut saling berkomunikasi dan melakukan koordinasi hanya dengan pengiriman pesan (message passing).
Sistem terdistribusi merupakan kebalikan dari Sistem Operasi Prosesor Jamak. Pada sistem tersebut, setiap prosesor memiliki memori lokal tersendiri. Kumpulan  prosesornya  saling  berinteraksi  melalui  saluran  komunikasi  seperti LAN dan WAN menggunakan protokol standar seperti TCP/IP. Karena saling berkomunikasi, kumpulan prosesor tersebut mampu saling berbagi beban kerja, data, serta sumber daya lainnya.
Sistem terdistribusi dapat dikatakan sebagai suatu keberadaan beberapa komputer yang bersifat transparan dan secara normal, setiap sistem terdistribusi mengandalkan layanan yang disediakan oleh jaringan komputer.

Dalam penggunaanya sistem terdistribusi sangat diperlukan karena:
Š   Performance
Sekumpulan prosesor dapat menyediakan kinerja yang lebih tinggi daripada komputer yang terpusat
Š   Distribution
Banyak aplikasi yang terlibat, sehingga lebih baik jika dipisah dalam mesin yang berbeda (contoh: aplikasi perbankan, komersial)
Š   Reliability
Jika terjadi kerusakan pada salah satu mesin, tidak akan mempengaruhi kinerja system secara keseluruhan
Š   Incremental Growth
Mesin baru dapat ditambahkan jika kebutuhan proses meningkat
Š   Sharing Data/Resource
Resource adalah:
–    Segala hal yang dapat digunakan bersama dalam jaringan komputer.
–    Meliputi  hardware  (e.g.  disk,  printer,  scanner),  juga  software  (berkas, basis data, obyek data).
Š   Communication
Menyediakan fasilitas komunikasi antar manusia

Beberapa contoh dari sistem terdistribusi yaitu :
1.   Internet, merupakan suatu bentuk jaringan global yang menghubungkan komputer denga satu sama lainnya, yang dapat berkomunikasi dengan media IP sebagai protokol.






2.   Intranet
Jaringan yang teradministrasi secara lokal
Biasanya proprietary
Terhubung ke internet (melalui firewall)
Menyediakan layanan internal dan eksternal




3.   Sistem terdistribusi multimedia
Biasanya digunakan pada infrastruktur internet
ƒ   Karakteristik
Sumber data yang heterogen dan memerlukan sinkronisasi secara real time
ƒ   Video, audio, text Multicast
Contoh:
- Teleteaching tools (mbone-based, etc.)
- Video-conferencing
- Video and audio on demand

4.   Mobile dan sistem komputasi ubiquitous
ƒ   Sistem telepon Cellular (e.g., GSM)
Resources  dishare  :  frekuensi  radio,  waktu  transmisi  dalam  satu frekuensi, bergerak




ƒ   Komputer laptop, ubiquitous computing
ƒ   Handheld devices, PDA, etc




5.   World wide web
ƒ    Arsitektur client/server tebuka yang diterapkan di atas infrastruktur internet
ƒ   Shared resources (melalui URL)


6.   Contoh distribusi yang lainnya seperti
ƒ   Sistem telepon seperti ISDN, PSTN
ƒ   Manajemen jaringan seperti Administrasi sesumber jaringan

ƒ    Network File System (NFS) seperti Arsitektur untuk mengakses sistem file melalui jaringan.



REFERENSI :

      Adang Suhendra, Kuliah Sistem Terdistribusi 1 & 2,          http://staffsite.gunadarma.ac.id/adang/index.php?stateid=files&xcat_id=0.6

      Budi Susanto, Pengantar Sistem Terdistribusi,  http://lecturer.ukdw.ac.id/budsus/sister/Modul1.pdf

      Willy Sudiarto Raharjo, Pengantar Sistem Terdistribusi,  http://lecturer.ukdw.ac.id/willysr/sister-ti/

Link anggota kelompok :
http://eciileonita.blogspot.com/2014/03/karakteristik-dan-tantangan-dalam.html

http://bersitrahmayang.wordpress.com/2014/03/10/model-dalam-sistem-terdistribusi/
http://teralovekautsar.blogspot.com/2014/03/nama-tera-nurul-harfiah-56410863-4ia10.html
http://radennansy.blogspot.com/2014/03/contoh-contoh-sistem-terdistribusi.html